And I've had recurring nightmares
That I was loved for who I am
And missed the opportunity
To be a better man
- From the song "Hoodoo" by Muse -
Tadi siang gw dengerin albumnya Muse yang Black Holes & Revelations, yang pastinya udah gw dengerin beratus-ratus kali karena gw suka banget. Tapi, entah kenapa hari ini gw terperangah banget sama kata-kata di atas pas gw baca liriknya (yap, walaupun emang udah sering banget gw baca karena biasanya klo gw dengerin musik sambil nyanyi dan baca liriknya).
Karena selama ini, gw pikir "loved for who i am" adalah impian semua orang. Gimana nggak, paling enak rasanya klo semua orang udah ngerti siapa diri kita dan nggak komplain macem-macem. Seperti keluarga kita, kan tetep aja sayang sama kita walaupun kita udah pernah teriak-teriak sendiri karena kesel sama mereka. Atau setelah marahan sama sahabat sendiri, pasti ujung-ujungnya baikan lagi. Tapi, nggak semua orang bisa sebaik itu sama kita.
Tadinya gw pikir, untuk dicintai apa adanya adalah suatu pencapaian terbesar dalam hidup, walaupun hampir mustahil. Dunia yang sempurna adalah dunia di mana orang-orangnya saling mencintai apa adanya. Tapi pas gw baca lirik itu, gw jadi mikir, "oh iya juga, ya?" Klo semua orang "loved for who we are", kapan kita mau merubah diri? Kapan kita bisa maju klo nggak ada tuntutan dari orang lain?
Capek, memang, berhadapan sama orang yang menganggap diri kita belum memenuhi harapan mereka. Capek, memang, untuk introspeksi diri dan menganggapi tuntutan mereka satu-persatu. Capek, memang, untuk merubah diri kita sendiri. Tapi itu semua adalah jalan untuk jadi orang yang lebih baik.
inka s
Showing posts with label thoughts of simple minds. Show all posts
Showing posts with label thoughts of simple minds. Show all posts
Saturday, August 11, 2007
Saturday, August 04, 2007
Deal with the time, deal with today, deal with YOURSELF! (plus my wild dreams)
Hari ini gw belajar klo one man's burden is enough! Gw nggak harus liat-liat dan tahu permasalahan orang lain, karena yang terpenting adalah how to deal with myself. Tentang orang lain, biar mereka aja yang urus karena bahkan klo pun gw tahu, gw nggak akan bisa berbuat apa-apa. Jadi, satu-satunya yang harus gw pikirkan adalah DIRI GW SENDIRI, karena cuma dengan cara itulah gw bisa ngerubah kehidupan gw jadi LEBIH BAIK!
Jadi, gw akan mencoba untuk mengenal diri gw lebih baik.
MY WORST FEAR
1. Nggak bisa menentukan masa depan gw, mau ambil kuliah apa dan mau kerja apa
2. Nggak bisa recover dari 230805
3. Nggak bisa menemukan someone special lagi
4. Nggak lolos SPMB
5. Dilupakan dengan mudah
6. Nggak dianggap penting
MY WILDEST DREAM
1. Bikin novel sendiri, pastinya yang beda dari yang lain
2. Masuk fakultas, atau paling nggak, belajar tentang astronomi
3. Bikin kafe/restoran
4. Jadi violis yang jago banget trus manggung di mana-mana (luar negeri, dong!)
5. Tinggal sendiri atau kos di tempat yg ada dapurnya
6. Jadi inventor apa aja
7. Pake dan ngejual barang2 buatan sendiri
inka s
Jadi, gw akan mencoba untuk mengenal diri gw lebih baik.
MY WORST FEAR
1. Nggak bisa menentukan masa depan gw, mau ambil kuliah apa dan mau kerja apa
2. Nggak bisa recover dari 230805
3. Nggak bisa menemukan someone special lagi
4. Nggak lolos SPMB
5. Dilupakan dengan mudah
6. Nggak dianggap penting
MY WILDEST DREAM
1. Bikin novel sendiri, pastinya yang beda dari yang lain
2. Masuk fakultas, atau paling nggak, belajar tentang astronomi
3. Bikin kafe/restoran
4. Jadi violis yang jago banget trus manggung di mana-mana (luar negeri, dong!)
5. Tinggal sendiri atau kos di tempat yg ada dapurnya
6. Jadi inventor apa aja
7. Pake dan ngejual barang2 buatan sendiri
inka s
Tuesday, July 24, 2007
our own little boxes
Waktu kita lahir, kita semua seperti kanvas kosong atau tanah liat yang masih basah. Gampang dibentuk, diubah, dan dipengaruhi. Kita masih polos dan karena itu orang lain melihat kita tanpa prasangka sedikit pun. Mereka hanya melihat kita sebagai kita, sebagai manusia.
Tapi lalu kita berubah, dengan adanya dorongan dari keluarga atau pengaruh dari teman. Lama-kelamaan diri kita menjadi terbentuk, mau tidak mau. Dan lalu terbentuklah "kotak" kita, di mana kita merasa nyaman di dalamnya dan merasa seperti diri kita sendiri. Orang lain, bahkan yang baru kenal sekali pun, akan melihat kotak tersebut dan tahu bagaimana harus bersikap kepada kita. Jika kotak kita terlihat sangar, maka mereka akan berhati-hati. Jika kotak kita sepertinya ramah, maka mereka akan mendekat dan mencoba menjadi teman.
Hampir seluruh hidup kita dipenuhi oleh prasangka, dan prasangka itu tergantung bagaimana kita menampakkan kotak kita. Kita belajar menampakkan kotak yang terbaik, dan orang lain belajar untuk memberikan respon yang tepat kepada tiap kotak yang berbeda. Itu adalah bagian dari pembelajaran hidup, bagian dari tinggal di dalam suatu komunitas.
Tapi tidak semua orang punya waktu yang cukup lama untuk mencari tahu apa yang ada di dalam kotak masing-masing orang. Apakah seorang pengacau tidak pernah berpikir untuk membantu orang? Apakah seorang pembohong pernah menyesali omongannya? Apakah orang pendiam tidak mungkin memiliki ambisi membara dalam hatinya? Tidak ada yang tahu.
Lama kelamaan kotak itu menjadi cap yang terpampang di dahi setiap orang. Yang orang lihat dan ketahui hanyalah seorang pengacau TITIK, pembohong TITIK, atau pendiam TITIK. Bukan pengacau yang ..., atau pembohong yang ..., atau pendiam yang .... Dengan melihat kotak orang lain, mereka pikir mereka cukup mengenal kita. Hingga akhirnya, mereka bahkan tidak peduli dengan perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan, karena yang mereka lihat hanyalah kotak itu dan tidak lebih. Kotak itu membutakan mereka.
Sementara di dalam kotak masing-masing, kita semua berteriak dan bertanya-tanya kapan semua prasangka ini berakhir. Kapan kita bisa dinilai berdasarkan apa yang kita perbuat dan kita pikirkan, bukan atas prasangka.
inka s
Tapi lalu kita berubah, dengan adanya dorongan dari keluarga atau pengaruh dari teman. Lama-kelamaan diri kita menjadi terbentuk, mau tidak mau. Dan lalu terbentuklah "kotak" kita, di mana kita merasa nyaman di dalamnya dan merasa seperti diri kita sendiri. Orang lain, bahkan yang baru kenal sekali pun, akan melihat kotak tersebut dan tahu bagaimana harus bersikap kepada kita. Jika kotak kita terlihat sangar, maka mereka akan berhati-hati. Jika kotak kita sepertinya ramah, maka mereka akan mendekat dan mencoba menjadi teman.
Hampir seluruh hidup kita dipenuhi oleh prasangka, dan prasangka itu tergantung bagaimana kita menampakkan kotak kita. Kita belajar menampakkan kotak yang terbaik, dan orang lain belajar untuk memberikan respon yang tepat kepada tiap kotak yang berbeda. Itu adalah bagian dari pembelajaran hidup, bagian dari tinggal di dalam suatu komunitas.
Tapi tidak semua orang punya waktu yang cukup lama untuk mencari tahu apa yang ada di dalam kotak masing-masing orang. Apakah seorang pengacau tidak pernah berpikir untuk membantu orang? Apakah seorang pembohong pernah menyesali omongannya? Apakah orang pendiam tidak mungkin memiliki ambisi membara dalam hatinya? Tidak ada yang tahu.
Lama kelamaan kotak itu menjadi cap yang terpampang di dahi setiap orang. Yang orang lihat dan ketahui hanyalah seorang pengacau TITIK, pembohong TITIK, atau pendiam TITIK. Bukan pengacau yang ..., atau pembohong yang ..., atau pendiam yang .... Dengan melihat kotak orang lain, mereka pikir mereka cukup mengenal kita. Hingga akhirnya, mereka bahkan tidak peduli dengan perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan, karena yang mereka lihat hanyalah kotak itu dan tidak lebih. Kotak itu membutakan mereka.
Sementara di dalam kotak masing-masing, kita semua berteriak dan bertanya-tanya kapan semua prasangka ini berakhir. Kapan kita bisa dinilai berdasarkan apa yang kita perbuat dan kita pikirkan, bukan atas prasangka.
inka s
Friday, June 22, 2007
the idea of traveling is always fascinating
That's one thing that I found (again, from the movies).
Satu kata: kenapa?
Mungkin krn hanya dalam perjalanan, kita bisa benar2 bebas jadi diri sendiri. Kalau kt berada di tpt dmn semua orang kenal kita, maka kita akan bersikap sesuai dengan ekspektasi mereka terhadap kita (image kita). Tapi kalau kita dlm perjalanan, kita bisa bebas melakukan yang kita mau, dan nggak ada seorang pun yang bisa bilang itu aneh. Jadi dengan kata lain, kita juga bebas untuk tidak menjadi diri kita yang biasanya. Tidak, bukan berarti kita mencoba jadi orang lain. Melainkan eksplorasi untuk menemukan diri kita yang baru dan lebih baik.
Hanya dalam perjalanan kita bisa melupakan hal-hal yang membebani kita, dan meninggalkan semua masalah yang berlarut-larut di rumah. Kita nggak perlu bangun pagi-pagi dan berpikir, "gw harus pergi ke situ dan ketemu si ini, lalu buat tugas itu, dst." Kita bisa menjalani hari tanpa beban, krn kita tahu hal-hal yang kita lakukan dulu tdk banyak berpengaruh dengan yang kita lakukan dalam perjalanan, dan hal yang dilakukan dalam perjalanan tidak banyak pengaruhnya terhadap yang akan datang. Kita bisa melakukan apa saja.
Hanya dalam perjalanan juga, kita bisa akrab dengan orang asing. Semua hal di sekitar kita adalah asing, hingga hal-hal yang tidak kita kenal pun kita anggap teman. Hanya dalam perjalanan kita bisa memanggil orang di pinggir jalan dan bertanya arah, dan bercerita tanpa adanya prejudice sedikit pun.
inka s
___________________________________________________________
The last thing I'd do is making a scene
The last thing I'd want is go without being remembered
Satu kata: kenapa?
Mungkin krn hanya dalam perjalanan, kita bisa benar2 bebas jadi diri sendiri. Kalau kt berada di tpt dmn semua orang kenal kita, maka kita akan bersikap sesuai dengan ekspektasi mereka terhadap kita (image kita). Tapi kalau kita dlm perjalanan, kita bisa bebas melakukan yang kita mau, dan nggak ada seorang pun yang bisa bilang itu aneh. Jadi dengan kata lain, kita juga bebas untuk tidak menjadi diri kita yang biasanya. Tidak, bukan berarti kita mencoba jadi orang lain. Melainkan eksplorasi untuk menemukan diri kita yang baru dan lebih baik.
Hanya dalam perjalanan kita bisa melupakan hal-hal yang membebani kita, dan meninggalkan semua masalah yang berlarut-larut di rumah. Kita nggak perlu bangun pagi-pagi dan berpikir, "gw harus pergi ke situ dan ketemu si ini, lalu buat tugas itu, dst." Kita bisa menjalani hari tanpa beban, krn kita tahu hal-hal yang kita lakukan dulu tdk banyak berpengaruh dengan yang kita lakukan dalam perjalanan, dan hal yang dilakukan dalam perjalanan tidak banyak pengaruhnya terhadap yang akan datang. Kita bisa melakukan apa saja.
Hanya dalam perjalanan juga, kita bisa akrab dengan orang asing. Semua hal di sekitar kita adalah asing, hingga hal-hal yang tidak kita kenal pun kita anggap teman. Hanya dalam perjalanan kita bisa memanggil orang di pinggir jalan dan bertanya arah, dan bercerita tanpa adanya prejudice sedikit pun.
inka s
___________________________________________________________
The last thing I'd do is making a scene
The last thing I'd want is go without being remembered
Friday, June 08, 2007
what would you think?
I know it's just a biiiit late, and seems it's been a very long time since i last wrote.
Jadiii intinya seminggu yang lalu gw nonton Pirates of the Carribbean: At World's End bareng temen2 gw. Yap tuh film emang seru banget dan kocak, tapi ada satu pikiran yang sempet melintas di kepala gw: apa yang akan kita pikirkan di detik-detik ketika kita (berpikir) kita akan mati.
A TOUGH question!!! (And a scary one, too)
Kan di Pirates ada tuh adegan waktu kapalnya si Beckett dibombardir sama meriam dari kapal Black Pearl dan Flying Dutchman, dan dia tahu persis di detik itu bahwa dia nggak mungkin selamat. Terus waktu anak buahnya udah mulai panik dan minta perintah, tapi Beckett malah bengong nggak bisa jawab apa-apa (kecuali mengulang terus kata2nya sendiri, It's just good business".)
Kalau dilihat dari sikapnya sih, kayaknya dia menyesal soalnya udah bersikap begitu egois (it's just good business!) dan nggak peduli sama kepentingan orang lain. Apa kita semua bakal kayak begitu? Atau kita akan merasa lega karena kita tahu kita telah berbuat cukup banyak kebaikan? (Amin!) Apa kita akan berpikir tentang orang-orang yang akan kita tinggalin? Atau kita akan berpikir tentang nasib diri kita sendiri nantinya?
Not kind of question that i wanna know the answer soon, it just makes me wonder. It just makes me damn scared.
Inka s
Jadiii intinya seminggu yang lalu gw nonton Pirates of the Carribbean: At World's End bareng temen2 gw. Yap tuh film emang seru banget dan kocak, tapi ada satu pikiran yang sempet melintas di kepala gw: apa yang akan kita pikirkan di detik-detik ketika kita (berpikir) kita akan mati.
A TOUGH question!!! (And a scary one, too)
Kan di Pirates ada tuh adegan waktu kapalnya si Beckett dibombardir sama meriam dari kapal Black Pearl dan Flying Dutchman, dan dia tahu persis di detik itu bahwa dia nggak mungkin selamat. Terus waktu anak buahnya udah mulai panik dan minta perintah, tapi Beckett malah bengong nggak bisa jawab apa-apa (kecuali mengulang terus kata2nya sendiri, It's just good business".)
Kalau dilihat dari sikapnya sih, kayaknya dia menyesal soalnya udah bersikap begitu egois (it's just good business!) dan nggak peduli sama kepentingan orang lain. Apa kita semua bakal kayak begitu? Atau kita akan merasa lega karena kita tahu kita telah berbuat cukup banyak kebaikan? (Amin!) Apa kita akan berpikir tentang orang-orang yang akan kita tinggalin? Atau kita akan berpikir tentang nasib diri kita sendiri nantinya?
Not kind of question that i wanna know the answer soon, it just makes me wonder. It just makes me damn scared.
Inka s
Friday, April 27, 2007
an ink for the memories
Akhir-akhir ini gw suka nonton satu acara namanya Miami Ink di Discovery Travel&Living. Intinya, itu semacam film dokumenter seputar orang-orang yang kerjaannya adlh bikin tato. Mungkin banyak orang (termasuk gw) ngira klo orang yang punya tato banyak adlh big-mindless-biker atau one-rude-freaky-looking-guy. Tapi ternyata TIDAK!
Malahan, sebenernya mereka (dan orang-orang yang dtg ke toko mereka) adlh orang-orang yang sangat...thoughtful. Sebagian besar dari tato yang mereka buat adlh memorial tattoo atau dibuat untuk mengenang keluarga/teman mereka yang udah meninggal. Tapi yang pasti, apakah itu memorial atau bukan, setiap tato yang mereka buat pasti ada alasan dan filosofi di baliknya.
Misal, ada orang yang punya tato naga dan samurai di tangannya, tapi ternyata artinya sweet banget lho. Naga itu melambangkan anaknya (krn lahir di tahun naga, klo nggak salah), sedangkan samurai melambangkan perlindungan buat anaknya itu.
Atau ada orang lain yang punya tato tengkorak yang lagi gigit ular, dan keliatannya sih serem. Tapi sbnrnya arti tengkorak itu adlh untuk mengingatkan dia tentang ke-mortal-annya (bahwa semua orang suatu hari akan meninggal), sedangkan ular melambangkan hal-hal yang jelek. Dibuat spt lagi gigit ular, itu artinya dia udah "mengalahkan" masa lalunya yang nggak bener. Jadi tato itu juga mengingatkan supaya dia nggak balik lagi ke kehidupannya yang lama.
Singkatnya, mereka buat tato bukan karena iseng atau buat gaya atau semacamnya, tapi bener2 ada alasan di balik itu semua. Bgmnpun, semua tato yang ada di badan mereka bakal nempel terus seumur hidup, jadi nggak boleh asal. Hmmm maybe nothing in this world is as what it seems...
inka s
Malahan, sebenernya mereka (dan orang-orang yang dtg ke toko mereka) adlh orang-orang yang sangat...thoughtful. Sebagian besar dari tato yang mereka buat adlh memorial tattoo atau dibuat untuk mengenang keluarga/teman mereka yang udah meninggal. Tapi yang pasti, apakah itu memorial atau bukan, setiap tato yang mereka buat pasti ada alasan dan filosofi di baliknya.
Misal, ada orang yang punya tato naga dan samurai di tangannya, tapi ternyata artinya sweet banget lho. Naga itu melambangkan anaknya (krn lahir di tahun naga, klo nggak salah), sedangkan samurai melambangkan perlindungan buat anaknya itu.
Atau ada orang lain yang punya tato tengkorak yang lagi gigit ular, dan keliatannya sih serem. Tapi sbnrnya arti tengkorak itu adlh untuk mengingatkan dia tentang ke-mortal-annya (bahwa semua orang suatu hari akan meninggal), sedangkan ular melambangkan hal-hal yang jelek. Dibuat spt lagi gigit ular, itu artinya dia udah "mengalahkan" masa lalunya yang nggak bener. Jadi tato itu juga mengingatkan supaya dia nggak balik lagi ke kehidupannya yang lama.
Singkatnya, mereka buat tato bukan karena iseng atau buat gaya atau semacamnya, tapi bener2 ada alasan di balik itu semua. Bgmnpun, semua tato yang ada di badan mereka bakal nempel terus seumur hidup, jadi nggak boleh asal. Hmmm maybe nothing in this world is as what it seems...
inka s
Sunday, April 22, 2007
Jatuhnya sebuah gigi dan turunnya bidadara dari langit
Judul yang aneh! Ini juga cerita yang aneh tapi benar2 terjadi, dan gw sendiri nggak tahu bagaimana bisa terjadi. Catt: apa itu bidadara? Maksudnya sih bidadari, tp dalam cerita ini bidadari a.k.a "malaikat penyelamatnya" adlh cowok. Pardon me with my weird language, but this is the story i have to share with the world: (sok terkenal!)
Jadi, kan gw lagi bikin karya tulis ttg pengaruh fluoride thdp gigi dan utk percobaannya gw hrs nyikatin gigi setiap hari. Dan PADA SUATU SABTU DI PAGI HARI YANG TENANG, ada suatu kejadian yang membuat gw teriak sekeras-kerasnya dan rumah menjadi gempar. Gigi yang lagi gw sikatin JATUH ke wastafel dan menghilang begitu saja ke lubang drainage-nya!! Gw udah panik banget, dan gw plus nyokap plus kakak gw berusaha untuk ngebuka pipanya, krn pasti tuh gigi masih nyangkut di dlm pipa (soalnya gw blom nyalain keran, jadi nggak mungkin kebawa aliran air). Tapi ternyata susah bgt ngebukanya.
Bokap gw bilang, mendingan panggil tukang aja hari senin, krn gw ada langganan tukang yang bisa dipanggil tp kan nggak enak klo disuruh kerja di hari libur. Masalahnya, klo diambil hari senin bakal nggak guna: 1) Giginya harus disikat tiap hari, klo diambil hari senin berarti ada absen 2 hari, 2) klo di dlm pipa takut ada zat2 yang bisa merusak giginya dan mengganggu hasil penelitian. Nah, waktu kita semua lagi bingung2 dan berpikir keras, tiba-tiba alakazam dan abrakadabra dan simsalabim dan jeng-jeng-jeng muncullah tukang yang tadi dimaksud! Entah dari mana, entah kenapa, dia tiba-tiba datang nyari kerjaan (klo lagi perlu uang, dia suka datang utk kerja). But what a perfect timing! Bokap gw aja kagetnya bukannya main waktu ngelihat dia, udah kayak lihat hantu (katanya... Gw sdr nggak lihat soalnya lg di kamar mandi).
Yang pasti... Giginya berhasil diselamatkan! Gw bener2 berterima kasih banget, and i believe it was a little help from the above :) For you desperate people out there, just believe 'cause He'll always help you no matter what.
inka s
Jadi, kan gw lagi bikin karya tulis ttg pengaruh fluoride thdp gigi dan utk percobaannya gw hrs nyikatin gigi setiap hari. Dan PADA SUATU SABTU DI PAGI HARI YANG TENANG, ada suatu kejadian yang membuat gw teriak sekeras-kerasnya dan rumah menjadi gempar. Gigi yang lagi gw sikatin JATUH ke wastafel dan menghilang begitu saja ke lubang drainage-nya!! Gw udah panik banget, dan gw plus nyokap plus kakak gw berusaha untuk ngebuka pipanya, krn pasti tuh gigi masih nyangkut di dlm pipa (soalnya gw blom nyalain keran, jadi nggak mungkin kebawa aliran air). Tapi ternyata susah bgt ngebukanya.
Bokap gw bilang, mendingan panggil tukang aja hari senin, krn gw ada langganan tukang yang bisa dipanggil tp kan nggak enak klo disuruh kerja di hari libur. Masalahnya, klo diambil hari senin bakal nggak guna: 1) Giginya harus disikat tiap hari, klo diambil hari senin berarti ada absen 2 hari, 2) klo di dlm pipa takut ada zat2 yang bisa merusak giginya dan mengganggu hasil penelitian. Nah, waktu kita semua lagi bingung2 dan berpikir keras, tiba-tiba alakazam dan abrakadabra dan simsalabim dan jeng-jeng-jeng muncullah tukang yang tadi dimaksud! Entah dari mana, entah kenapa, dia tiba-tiba datang nyari kerjaan (klo lagi perlu uang, dia suka datang utk kerja). But what a perfect timing! Bokap gw aja kagetnya bukannya main waktu ngelihat dia, udah kayak lihat hantu (katanya... Gw sdr nggak lihat soalnya lg di kamar mandi).
Yang pasti... Giginya berhasil diselamatkan! Gw bener2 berterima kasih banget, and i believe it was a little help from the above :) For you desperate people out there, just believe 'cause He'll always help you no matter what.
inka s
Wednesday, April 04, 2007
Penyesalan dan Kegembiraan
Kapan dua hal yang sangat berlawanan bisa terjadi pada saat yang sama krn hal yang sama? SEKARANG, contohnya. Ada seseorang yang mengatakan sesuatu (walaupun secara tidak langsung) dan itu cukup membuat gw seneng hehehe. Walaupun ada sedikit (yakin sedikit?) rasa penyesalan seandainya gw tahu itu dr dulu, atau seandainya gw punya lbh byk percaya diri. Mungkin ada saatnya dmn hati-hati itu salah. Ada saatnya untuk menjadi nekat dan melupakan rasa malu :)
inka s
inka s
Sunday, March 25, 2007
nobody's invisible
Pernah nggak loe merasa invisible, nggak keliatan? Gw yakin pasti ada yg pernah, tp mungkin jg ada yg nggak pernah. Ada sekitar 2-3 macam org, khususnya di lingkungan sklh. Pertama adlh the-so-called-popular, kedua adlh the-so-called-freak, dan ketiga adlh yg "tengah2". Nah, golongan kedua dan ketiga inilah yg kadang2 merasa insignifikan (apapun bahasanya), wlpn nggak menutup kemungkinan bahwa golongan yg pertama juga merasa kyk begitu.
Satu hal yg baru gw sadarin bbrp hari yg lalu, adlh NOBODY'S INVISIBLE. Ada sesuatu yg bikin gw berkata dlm hati, "Aha! She remembers me!" karena selama ini gw menganggap diri gw "forgettable". Maksud gw, kan ada jenis2 org yg klo tuh org nggak ada, rasanya suasana jadi sepiii bgt. Gw punya bbrp teman yg kyk begitu, dan biasanya mereka adlh jenis2 orang yg rame dan cerewet dan suka menggila. Masalahnya, gw nggak pernah jd org yg banyak omong. Nggak akan terlalu jauh bedanya antara klo gw ada dgn klo gw nggak ada.
Ada satu teman yg pernah sebangku sama gw sekitar 1 bulan aja, karena stlh itu gw pindah kelas. Kemarin gw sempet ngobrol sama dia karena blom dijemput. Sebenarnya gw lumayan deket sama dia, tapi gw nggak pernah mikir klo gw bisa jd seseorang yg bakal diingat sama dia. Gw kira gw cuma sekedar jadi "sembarang orang yg pernah dkt" krn gw cuma kenal dia sebulan dan setelah itu dia pasti dpt teman baru, tp ternyata gw juga bisa jadi "teman lama". It kinda made me happy :)
Dan untuk orang yg lagi gw omongin sekarang...thx hahaha
inka s
Satu hal yg baru gw sadarin bbrp hari yg lalu, adlh NOBODY'S INVISIBLE. Ada sesuatu yg bikin gw berkata dlm hati, "Aha! She remembers me!" karena selama ini gw menganggap diri gw "forgettable". Maksud gw, kan ada jenis2 org yg klo tuh org nggak ada, rasanya suasana jadi sepiii bgt. Gw punya bbrp teman yg kyk begitu, dan biasanya mereka adlh jenis2 orang yg rame dan cerewet dan suka menggila. Masalahnya, gw nggak pernah jd org yg banyak omong. Nggak akan terlalu jauh bedanya antara klo gw ada dgn klo gw nggak ada.
Ada satu teman yg pernah sebangku sama gw sekitar 1 bulan aja, karena stlh itu gw pindah kelas. Kemarin gw sempet ngobrol sama dia karena blom dijemput. Sebenarnya gw lumayan deket sama dia, tapi gw nggak pernah mikir klo gw bisa jd seseorang yg bakal diingat sama dia. Gw kira gw cuma sekedar jadi "sembarang orang yg pernah dkt" krn gw cuma kenal dia sebulan dan setelah itu dia pasti dpt teman baru, tp ternyata gw juga bisa jadi "teman lama". It kinda made me happy :)
Dan untuk orang yg lagi gw omongin sekarang...thx hahaha
inka s
Saturday, March 17, 2007
Monday, January 01, 2007
a little REFLECTION at the New Year
Dekat2 penghujung (aduh bahasanya) tahun ini, gw sempet nonton 2 film. Yg pertama adlh final episodenya film seri "Six Feet Under" (HBO), yg kedua adlh film "Samurai X: Reflection". Keduanya berbicara tentang satu hal: kematian. Dua2nya bener2 menyentuh bgt, dan gw rasa skrg adlh waktu yg tepat utk membahas ttg itu. Knp? Krn skrg tahun baru. Knp tahun baru? Krn seperti kematian, tahun baru juga mengingatkan kita bahwa yang lewat sudah lewat. Tidak bisa diubah lagi.
Six Feet Under memang selalu berbicara tentang kematian. krn ceritanya adlh ttg keluarga yg mengelola tpt periasan mayat (atau pemakaman? Gw juga nggak begitu yakin). Tiap hari mereka berurusan dengan orang mati, dan juga kematian anggota keluarga mereka sendiri. Dan, akhirnya, kematian mereka sendiri. Yap, di episode terakhir itu, diceritain bgmn masing2 dari mereka akan mati. Ada yg ketembak, ada yang sakit jantung, ada yg kecelakaan. Yg paling sedih adlh anak terkecil dr keluarga itu (Claire, klo nggak salah). Udah hampir buta (mungkin katarak), di atas tempat tidur sendirian, dan di dindingnya banyak foto2 yg dia ambil waktu masih muda. Lalu dia meninggal.
Samurai X: Reflection adlh movie dr film seri Samurai X, ttg Kenshin Himura yg dulunya adlh pembunuh. Tp kemudian dia sadar dan nggak mau membunuh orang lagi, dan dia ingin mengabdikan dirinya untuk membantu orang selama sisa hidupnya. Gw yakin pasti semuanya udah pernah liat film seri Samurai X, setidaknya pernah denger dan tahu gambaran ceritanya kira2 spt apa. Nah, movie ini menceritakan tentang masa tua Kenshin dan istrinya, Kaoru. Sedih aja, ngeliat mereka berdua yang udah tua dan sakit2an. Kenshin, yg dulunya kuat bgt, dua-tiga puluh tahun kemudian untuk jalan aja susah. Kenshin akhirnya meninggal di pangkuan istrinya. Romantis? Tp jg menyedihkan. Dia bukannya mati krn pedang, tp krn usia tua dan penyakit.
Apa kita semua akan jd spt itu? Tua, tdk berdaya, dan sendirian? Ngebayangin hal spt itu, gw jd merinding. Krn klo kita dikasih umur panjang, kt semua akan jd spt itu. Gw rasa itu nggak bisa dihindari. Inevitable.
Tapi...klo memang itu tdk bisa dihindari, berarti nggak ada gunanya dong kita khawatir ttg itu? Mungkin. Jadi, gw rasa, kt cuma hrs khawatir ttg saat ini. Kt bisa merencanakan masa dpn, tp kt cuma hrs khawatir ttg masa kini. Spt yg jg gw liat di film (Broken Flowers), "The past...is gone. And the future is not here yet. So what we have is this. The present."
Tp berefleksi juga diperlukan sekali waktu. Kadang2, kita hrs memikirkan ttg masa depan---atau masa lalu. Kadang2 kt hrs memikirkan ttg kematian, dan apa saja yg kt lakukan sblm itu terjadi. Mungkin satu2nya hal yg bisa kt lakukan adlh, do the best. Do the best we can, and we can never be wrong. Hopefully.
Happy New Year 2207, may this be a great & blessed year for all of us. Amin.
inka s
________________________
Untuk salah seorang anggota Pancatra yang baru ajameninggalkan kt semua. Semoga semua kebaikannya diterima oleh-Nya.
Six Feet Under memang selalu berbicara tentang kematian. krn ceritanya adlh ttg keluarga yg mengelola tpt periasan mayat (atau pemakaman? Gw juga nggak begitu yakin). Tiap hari mereka berurusan dengan orang mati, dan juga kematian anggota keluarga mereka sendiri. Dan, akhirnya, kematian mereka sendiri. Yap, di episode terakhir itu, diceritain bgmn masing2 dari mereka akan mati. Ada yg ketembak, ada yang sakit jantung, ada yg kecelakaan. Yg paling sedih adlh anak terkecil dr keluarga itu (Claire, klo nggak salah). Udah hampir buta (mungkin katarak), di atas tempat tidur sendirian, dan di dindingnya banyak foto2 yg dia ambil waktu masih muda. Lalu dia meninggal.
Samurai X: Reflection adlh movie dr film seri Samurai X, ttg Kenshin Himura yg dulunya adlh pembunuh. Tp kemudian dia sadar dan nggak mau membunuh orang lagi, dan dia ingin mengabdikan dirinya untuk membantu orang selama sisa hidupnya. Gw yakin pasti semuanya udah pernah liat film seri Samurai X, setidaknya pernah denger dan tahu gambaran ceritanya kira2 spt apa. Nah, movie ini menceritakan tentang masa tua Kenshin dan istrinya, Kaoru. Sedih aja, ngeliat mereka berdua yang udah tua dan sakit2an. Kenshin, yg dulunya kuat bgt, dua-tiga puluh tahun kemudian untuk jalan aja susah. Kenshin akhirnya meninggal di pangkuan istrinya. Romantis? Tp jg menyedihkan. Dia bukannya mati krn pedang, tp krn usia tua dan penyakit.
Apa kita semua akan jd spt itu? Tua, tdk berdaya, dan sendirian? Ngebayangin hal spt itu, gw jd merinding. Krn klo kita dikasih umur panjang, kt semua akan jd spt itu. Gw rasa itu nggak bisa dihindari. Inevitable.
Tapi...klo memang itu tdk bisa dihindari, berarti nggak ada gunanya dong kita khawatir ttg itu? Mungkin. Jadi, gw rasa, kt cuma hrs khawatir ttg saat ini. Kt bisa merencanakan masa dpn, tp kt cuma hrs khawatir ttg masa kini. Spt yg jg gw liat di film (Broken Flowers), "The past...is gone. And the future is not here yet. So what we have is this. The present."
Tp berefleksi juga diperlukan sekali waktu. Kadang2, kita hrs memikirkan ttg masa depan---atau masa lalu. Kadang2 kt hrs memikirkan ttg kematian, dan apa saja yg kt lakukan sblm itu terjadi. Mungkin satu2nya hal yg bisa kt lakukan adlh, do the best. Do the best we can, and we can never be wrong. Hopefully.
Happy New Year 2207, may this be a great & blessed year for all of us. Amin.
inka s
________________________
Untuk salah seorang anggota Pancatra yang baru ajameninggalkan kt semua. Semoga semua kebaikannya diterima oleh-Nya.
Sunday, November 05, 2006
Beauty.
What is beauty?
Beauty is REALITY, not some lipstick or photo editing.
Beauty is me. Beauty is you. Us. Everyone.
inka s
*Baru lihat video di http://iheartmydailycoffee.blogspot.com/2006/10/perception-of-beauty_28.html . Sangat, sangat thought-provoking.
What is beauty?
Beauty is REALITY, not some lipstick or photo editing.
Beauty is me. Beauty is you. Us. Everyone.
inka s
*Baru lihat video di http://iheartmydailycoffee.blogspot.com/2006/10/perception-of-beauty_28.html . Sangat, sangat thought-provoking.
hak asasi anak
Ya, skrg gw mau ngomong (nulis?) ttg hak asasi anak. Tp bukan ttg pasal sekian nomor segini tahun segitu kok, tp ttg hal2 yg gw rasakan krn toh gw termasuk anak jg.
Anak punya hak untuk diakui keberadaannya, ya nggak? Kita punya hak untuk diakui bahwa nggak peduli umur kita berapa, kita semuanya adlh manusia.
Dulu wkt gw masih kecil (SD mungkin), gw sebeeel bgt klo mau makan di restoran dan gw nggak dikasih menu. Pdhl gw udah bisa makan sdr, udah bisa baca, lalu knp gw nggak dikasih hak utk memilih? Apakah krn status gw sebagai seorang anak jd hrs bergantung terus sama orang tua utk mengambil keputusan? Plis deh, gw kan cuma mau mesen makanan, bukannya mau beli mobil seharga 1 milyar. Bahkan anak kecil pun punya hak utk memilih hal2 utk dirinya sendiri, dan anak kecil pun bisa tahu klo dia tidak dihargai.
Bahkan skrg pun gw masih merasa ada "diskriminasi" krn umur. Masih di sekitar restoran. Tentu aja gw dikasih menu sendiri, kan gw udah SMU, tp kadang2 gw ngerasa kyk hantu. Ada di situ, tp nggak kelihatan. Dicuekin dan nggak diakui keberadaan gw. Klo udah selesai makan dan bayar, trus kt mau pergi, pelayannya pasti bilang, "Makasih, Pak. Makasih, Bu." Lalu????? Halooooooo, mbak, gw dikemanain? Apa gw nggak ikut makan di situ? Apa gw transparan? Apa mbak buta? Cuma sedikit restoran/waitress yg bilang, "Makasih, Dik." Klo itu terjadi, pasti mbak2nya gw kasih senyum lebar dan dlm hati gw bilang, "Akhirnya..." Gw jg paling benci klo, misalnya, bokap gw ketemu temennya di mall dan yg disalamin cuma orang tua gw doang.
Gw kadang2 mikir, apa cuma gw doang yg terlalu demanding atau anak2 lain jg ngerasa kyk begitu? Dan klo, misalnya, anak lain nggak merasa begitu, apakah itu berarti gw salah atau mereka yg terlalu ignorant? Apakah masyarakat kt yg salah krn membuat "pelanggaran hak asasi anak" ini jd sesuatu yg biasa? Krn, seperti yg kt tahu, hal2 kecil bisa jd besar. Sedikit tanda bahwa kt dihargai dan diakui bisa jd sangat berarti.
inka s
Anak punya hak untuk diakui keberadaannya, ya nggak? Kita punya hak untuk diakui bahwa nggak peduli umur kita berapa, kita semuanya adlh manusia.
Dulu wkt gw masih kecil (SD mungkin), gw sebeeel bgt klo mau makan di restoran dan gw nggak dikasih menu. Pdhl gw udah bisa makan sdr, udah bisa baca, lalu knp gw nggak dikasih hak utk memilih? Apakah krn status gw sebagai seorang anak jd hrs bergantung terus sama orang tua utk mengambil keputusan? Plis deh, gw kan cuma mau mesen makanan, bukannya mau beli mobil seharga 1 milyar. Bahkan anak kecil pun punya hak utk memilih hal2 utk dirinya sendiri, dan anak kecil pun bisa tahu klo dia tidak dihargai.
Bahkan skrg pun gw masih merasa ada "diskriminasi" krn umur. Masih di sekitar restoran. Tentu aja gw dikasih menu sendiri, kan gw udah SMU, tp kadang2 gw ngerasa kyk hantu. Ada di situ, tp nggak kelihatan. Dicuekin dan nggak diakui keberadaan gw. Klo udah selesai makan dan bayar, trus kt mau pergi, pelayannya pasti bilang, "Makasih, Pak. Makasih, Bu." Lalu????? Halooooooo, mbak, gw dikemanain? Apa gw nggak ikut makan di situ? Apa gw transparan? Apa mbak buta? Cuma sedikit restoran/waitress yg bilang, "Makasih, Dik." Klo itu terjadi, pasti mbak2nya gw kasih senyum lebar dan dlm hati gw bilang, "Akhirnya..." Gw jg paling benci klo, misalnya, bokap gw ketemu temennya di mall dan yg disalamin cuma orang tua gw doang.
Gw kadang2 mikir, apa cuma gw doang yg terlalu demanding atau anak2 lain jg ngerasa kyk begitu? Dan klo, misalnya, anak lain nggak merasa begitu, apakah itu berarti gw salah atau mereka yg terlalu ignorant? Apakah masyarakat kt yg salah krn membuat "pelanggaran hak asasi anak" ini jd sesuatu yg biasa? Krn, seperti yg kt tahu, hal2 kecil bisa jd besar. Sedikit tanda bahwa kt dihargai dan diakui bisa jd sangat berarti.
inka s
Thursday, November 02, 2006
number 1?
Humanly desire to be number 1, and to be recognised.
Gw pikir, kadang2 kt nggak butuh utk membuktikan apapun. Gw menganggap bahwa cukup lah melakukan sesuatu utk diri sdr. Tentu dgn keinginan utk menjd lbh baik, tp rasanya nggak perlu utk membuktikan apapun. Yg penting kita tahu kt siapa, tahu apa yg bisa kt lakukan dan apa yg kt mau. Mungkin yg lbh penting, Tuhan tahu itu semua. Masalah orang lain tahu atau tdk, apa itu penting?
Tp bahkan dgn pemikiran itu, kadang2 gw begitu pengen utk jd no 1. Gw bahkan nggak tahu apakah itu utk diri gw sendiri atau agar org lain tahu.
It's just a human paradox and confusion. To be or not to be...?
It's balance.
inka s
hahaha nggak jelas
Gw pikir, kadang2 kt nggak butuh utk membuktikan apapun. Gw menganggap bahwa cukup lah melakukan sesuatu utk diri sdr. Tentu dgn keinginan utk menjd lbh baik, tp rasanya nggak perlu utk membuktikan apapun. Yg penting kita tahu kt siapa, tahu apa yg bisa kt lakukan dan apa yg kt mau. Mungkin yg lbh penting, Tuhan tahu itu semua. Masalah orang lain tahu atau tdk, apa itu penting?
Tp bahkan dgn pemikiran itu, kadang2 gw begitu pengen utk jd no 1. Gw bahkan nggak tahu apakah itu utk diri gw sendiri atau agar org lain tahu.
It's just a human paradox and confusion. To be or not to be...?
It's balance.
inka s
hahaha nggak jelas
Monday, October 23, 2006
Idul Fitri vs Lebaran
Idul Fitri = kembali ke fitrah, kembali lagi ke kesucian yang tanpa dosa
Lebaran = pulang kampung = baju baru = kue lebaran = ketupat dan opor = udah nggak puasa!
Serupa tapi tak sama. Wlpn terjd di waktu yg sama, tapi arti keduanya berbeda. Idul Fitri adlh suatu perayaan keagamaan yang menandai berakhirnya bulan Ramadhan, sedangkan Lebaran sudah menjd bagian dr tradisi dan budaya. Itu bukan sesuatu yg buruk lho
Banyak orang yg udah nulis tentang hal ini. Di hal dpn kompas aja ada 2 artikel ttg idul fitri/lebaran, dan ada satu lagi tentang masalah penetapan 1 syawal. Di bag dlm juga ada tulisan tentang makna idul fitri di masyarakat. Intinya, ada bbrp org yg bilang bahwa skrg lebaran bukan lagi tentang agama, tp lebih ke tradisi yg bersifat materialistis. Oke, tradisi gw setuju. Tp materialistis? Whoa, mungkin itu udah terlalu jauh, dan cenderung menyama-ratakan semua orang.
Memang, byk orang yang mudik di wkt lebaran. Dan, klo mudik berarti "harus" ngasih oleh2 dan itu berarti dana. Atau sebut aja parsel, yg skrg lg heboh krn dilarang. Itu semua menyangkut uang, tp bukan berarti materialistis. Dilihat dr sisi lain, itu semua kan dilakukan utk menjalin tali silaturahmi, dan itu adlh sesuatu yg baik dan dianjurkan. Klo ternyata semuanya berhubungan dgn uang, bisa aja itu cuma kebetulan.
Tp ternyata, ada jg org2 yg, sebut aja, berpikiran materi di wkt lebaran. Contoh, tingkat kejahatan mendekati bln ramadhan/idul fitri selalu meningkat. Nah lho, bulan puasa malah nyolong? Itu krn mereka berusaha nyari uang tambahan untuk lebaran, untuk mudik/oleh2/ketupat/baju baru. Tp idul fitri kan bisa dirayakan tanpa itu semua? Namanya juga kembali ke fitrah, dan kesucian bisa dicapai tanpa biaya sama sekali. Cuma modal niat, istilahnya, bisa kok mencapai fitrah. Tp, masih ada bbrp org yg belum bisa melihat itu dan masih berpikir idul fitri = perayaan. Pdhl, idul fitri = kesucian hati.
Gw cuma mau bilang, dunia ini nggak hitam putih. Dilihat dari satu sisi, bisa jd lebaran sudah mengarah ke dunia materialistis. Tp dilihat dr sisi lain, itu semua dilakukan dlm rangka menjalin tali silaturahmi dan bermaaf2an. Singkatnya, semuanya bergantung ke niat kita masing. Nggak adil rasanya kita ngomel2 idul fitri yg udah melenceng dari makna sebenarnya, pdhl masih ada orang yg benar2 berusaha untuk kembali ke fitrah tanpa embel2 material. Dan yang paling penting, apa kita udah mencapai tahap "fitrah" itu? Mungkin kita harus lbh introspeksi diri
inka s
Lebaran = pulang kampung = baju baru = kue lebaran = ketupat dan opor = udah nggak puasa!
Serupa tapi tak sama. Wlpn terjd di waktu yg sama, tapi arti keduanya berbeda. Idul Fitri adlh suatu perayaan keagamaan yang menandai berakhirnya bulan Ramadhan, sedangkan Lebaran sudah menjd bagian dr tradisi dan budaya. Itu bukan sesuatu yg buruk lho
Banyak orang yg udah nulis tentang hal ini. Di hal dpn kompas aja ada 2 artikel ttg idul fitri/lebaran, dan ada satu lagi tentang masalah penetapan 1 syawal. Di bag dlm juga ada tulisan tentang makna idul fitri di masyarakat. Intinya, ada bbrp org yg bilang bahwa skrg lebaran bukan lagi tentang agama, tp lebih ke tradisi yg bersifat materialistis. Oke, tradisi gw setuju. Tp materialistis? Whoa, mungkin itu udah terlalu jauh, dan cenderung menyama-ratakan semua orang.
Memang, byk orang yang mudik di wkt lebaran. Dan, klo mudik berarti "harus" ngasih oleh2 dan itu berarti dana. Atau sebut aja parsel, yg skrg lg heboh krn dilarang. Itu semua menyangkut uang, tp bukan berarti materialistis. Dilihat dr sisi lain, itu semua kan dilakukan utk menjalin tali silaturahmi, dan itu adlh sesuatu yg baik dan dianjurkan. Klo ternyata semuanya berhubungan dgn uang, bisa aja itu cuma kebetulan.
Tp ternyata, ada jg org2 yg, sebut aja, berpikiran materi di wkt lebaran. Contoh, tingkat kejahatan mendekati bln ramadhan/idul fitri selalu meningkat. Nah lho, bulan puasa malah nyolong? Itu krn mereka berusaha nyari uang tambahan untuk lebaran, untuk mudik/oleh2/ketupat/baju baru. Tp idul fitri kan bisa dirayakan tanpa itu semua? Namanya juga kembali ke fitrah, dan kesucian bisa dicapai tanpa biaya sama sekali. Cuma modal niat, istilahnya, bisa kok mencapai fitrah. Tp, masih ada bbrp org yg belum bisa melihat itu dan masih berpikir idul fitri = perayaan. Pdhl, idul fitri = kesucian hati.
Gw cuma mau bilang, dunia ini nggak hitam putih. Dilihat dari satu sisi, bisa jd lebaran sudah mengarah ke dunia materialistis. Tp dilihat dr sisi lain, itu semua dilakukan dlm rangka menjalin tali silaturahmi dan bermaaf2an. Singkatnya, semuanya bergantung ke niat kita masing. Nggak adil rasanya kita ngomel2 idul fitri yg udah melenceng dari makna sebenarnya, pdhl masih ada orang yg benar2 berusaha untuk kembali ke fitrah tanpa embel2 material. Dan yang paling penting, apa kita udah mencapai tahap "fitrah" itu? Mungkin kita harus lbh introspeksi diri
inka s
Friday, October 13, 2006
Lagi... (dan Friday 13th)
Haaai aku kembali lg!!! Br bbrp menit yg lalu logout dr blogger, browse internet sebentar, ngeliat tulisan ttg seseorg, dan tiba2 jd bete sdr. Lg membodohi diri sendiri nih, hiks 3x... Nggak deng, cuma bercanda. Aduuuh hr ini gw aneh bgt. Tp klo ada di posisi gw, mungkin semua org jg bakal bertingkah aneh. Haaai kamu yg di sana, kamu nyadar nggak sih klo kamu ngutang sesuatu? Huh, kyknya dia benar2 lupa deh, DASAR!!! Kan udah gw tunggu lamaa bgt. Lg pengen cepet2 nyelesain cerpen yg br gw bikin (mudah2an jdnya bener2 cerpen, bkn cerpan-jang)
Br browsing internet, dan nemu kata aneh: triskaidekaphobia dan paraskevidekatriaphobia.
Apakah itu? Tris=3, kai= dan, deka=10. Klo digabung jd 13, jd itu adlh fobia thdp angka 13. Sedangkan klo yg satunya lg itu fobia thdp Friday 13th. Itu buat gw nyadar, oh iya hr ini hr Jumat tanggal 13! Bwt gw sih nggak ngaruh hr ini tanggal brp dan hari apa, tp ternyata cukup byk lho org yg fobia thdp angka 13 atau Friday 13th.
Knp hrs Jumat tgl 13 yg ditakuti? Knp bkn April tgl 3 atau Desember tgl 15 atau Juli tgl 27? Ternyata ada sejarahnya lho. Yg takut sama Friday 13th ktnya kebanyakan org Kristen. Krn, di Jamuan Terakhir/Last Supper ada Jesus dan 12 org lainnya. Nah, Judas itu org terakhir alias org ke13 yg dtg. Dan lalu, Jesus disalib pas hr Jumat.
Di abad pertengahan, Raja Perancis ngebunuhin Knight Templar (tahu kan, pasukan yg di Perang Salib) di Friday 13th, dan menegaskan bahwa Friday 13th itu "evil".
Dan pernah, ada org yg mau membuktikan bahwa mitos itu salah. Jd, awak2 kapal itu dipilih pas hr Jumat, dan dipilih kapten yg namanya James Friday, dan kapal itu diluncurkan di hr Jumat. Lalu, di hr keberangkatannya (Jumat), kapal itu menghilang entah ke mana, nggak ada jejak.
Tiap tahun, pasti ada Friday 13th SETIDAKNYA SATU. Tp, kadang2 jg ada 1 th yg ada 3 Friday 13th sekaligus. Siklusnya: tiap 28 th, pasti ada 4 th (yg berdekatan) yg di masing2 thnya ada 3 "bad Friday". Th 1998 kemarin salah satunya, trus bakal ada lg di th 2009, 2012, 2015.
Tp apa pendapat gw? Nggak ada hubungannya angka/hari sama kesialan. Hal2 yg di atas cuma kebetulan aja, mungkin. tiap hari pasti terjadi berbagai macam kebaikan dan keburukan, dan nggak ada alasan knp hr yg satu bisa lbh sial dr hr yg lain. Lagian, dlm Islam, bknnya Jumat itu semestinya hari baik? Makanya ada salat Jumat. Apalagi skrg bln puasa, santai aja lagi!
Inka S
http://www.howstuffworks.com/
http://www.worldwidewords.org
Br browsing internet, dan nemu kata aneh: triskaidekaphobia dan paraskevidekatriaphobia.
Apakah itu? Tris=3, kai= dan, deka=10. Klo digabung jd 13, jd itu adlh fobia thdp angka 13. Sedangkan klo yg satunya lg itu fobia thdp Friday 13th. Itu buat gw nyadar, oh iya hr ini hr Jumat tanggal 13! Bwt gw sih nggak ngaruh hr ini tanggal brp dan hari apa, tp ternyata cukup byk lho org yg fobia thdp angka 13 atau Friday 13th.
Knp hrs Jumat tgl 13 yg ditakuti? Knp bkn April tgl 3 atau Desember tgl 15 atau Juli tgl 27? Ternyata ada sejarahnya lho. Yg takut sama Friday 13th ktnya kebanyakan org Kristen. Krn, di Jamuan Terakhir/Last Supper ada Jesus dan 12 org lainnya. Nah, Judas itu org terakhir alias org ke13 yg dtg. Dan lalu, Jesus disalib pas hr Jumat.
Di abad pertengahan, Raja Perancis ngebunuhin Knight Templar (tahu kan, pasukan yg di Perang Salib) di Friday 13th, dan menegaskan bahwa Friday 13th itu "evil".
Dan pernah, ada org yg mau membuktikan bahwa mitos itu salah. Jd, awak2 kapal itu dipilih pas hr Jumat, dan dipilih kapten yg namanya James Friday, dan kapal itu diluncurkan di hr Jumat. Lalu, di hr keberangkatannya (Jumat), kapal itu menghilang entah ke mana, nggak ada jejak.
Tiap tahun, pasti ada Friday 13th SETIDAKNYA SATU. Tp, kadang2 jg ada 1 th yg ada 3 Friday 13th sekaligus. Siklusnya: tiap 28 th, pasti ada 4 th (yg berdekatan) yg di masing2 thnya ada 3 "bad Friday". Th 1998 kemarin salah satunya, trus bakal ada lg di th 2009, 2012, 2015.
Tp apa pendapat gw? Nggak ada hubungannya angka/hari sama kesialan. Hal2 yg di atas cuma kebetulan aja, mungkin. tiap hari pasti terjadi berbagai macam kebaikan dan keburukan, dan nggak ada alasan knp hr yg satu bisa lbh sial dr hr yg lain. Lagian, dlm Islam, bknnya Jumat itu semestinya hari baik? Makanya ada salat Jumat. Apalagi skrg bln puasa, santai aja lagi!
Inka S
http://www.howstuffworks.com/
http://www.worldwidewords.org
don't take everything (ANYTHING) for granted
Gw kan udah pernah cerita ttg TV gw yg mati selama 3 hr. Tahu nggak apa yg bisa lebih buruk dr itu? Air di rumah gw abis!!! Rumah gw kan pake air tanah, dan berhubung skrg hujan lg jarang banget... Yah nasib kali.
Apa jadinya klo kt hidup nggak ada air? Nggak bisa mandi (pdhl gw ada rencana keramas sorenya), nggak bisa urusan "pembuangan", nggak bisa wudhu, nggak bisa nyuci baju/piring, bahkan nggak bisa masak krn klo masak berarti hrs nyuci alat masaknya. Tetangga gw wkt itu airnya jg abis, tp skrg sumurnya udah didalemin lg. Untung aja tetangga gw udah ada air, jd gw minta ke tetangga :) Setidaknya ada air deh, wlpn terbatas dan rencana gw untuk keramas gagal total.
Gw jd mikir, apa jdnya keluarga gw klo nggak berhasil dpt bala bantuan air? Ada banyaaaak bgt hal2 yg, istilahnya, taken for granted. Bhs ind nya apa ya? Pokoknya taken for granted itu kan kita menerima segala sesuatu seakan2 dtg dr langit. Air yg tiap hr ngucur di rumah kt kan termasuk hal2 yg dianggap "dr sononya", dan kt nggak nyadar betapa susahnya kt klo nggak ada air atau betapa repotnya klo kt hrs keliling kampung nyari sumber air sendiri. Atau HP, misalnya, suka kt banting2 pdhl kt nggak bakal sanggup utk beli HP itu pake uang sdr.
Alhamdulillah skrg di rumah gw airnya udah nyala lg. Ternyata itu cuma "masuk angin". Emang masuk angin beneran lho! Jd airnya emang udah nggak banyak (tp masih ada), tp yg kesedot sama pompanya cuma angin doang. Stlh dipancing2 akhirnya airnya keluar lg, tp hrs berhemat.
Tp bener lho, stlh TV gw mati, sport jantung gara2 UHB, dan air gw jg mati, dll, gw jd bener2 mikir: DON't TAKE ANYTHING FOR GRANTED krn sekecil apapun itu (kyk sendal jepit yg skrg gw pake) butuh usaha.
Inka S
PS: Doain dong, mungkin skrg airnya mau mati lg nih. Mudah2an nggak bakal mati lagi, AMIN!
Apa jadinya klo kt hidup nggak ada air? Nggak bisa mandi (pdhl gw ada rencana keramas sorenya), nggak bisa urusan "pembuangan", nggak bisa wudhu, nggak bisa nyuci baju/piring, bahkan nggak bisa masak krn klo masak berarti hrs nyuci alat masaknya. Tetangga gw wkt itu airnya jg abis, tp skrg sumurnya udah didalemin lg. Untung aja tetangga gw udah ada air, jd gw minta ke tetangga :) Setidaknya ada air deh, wlpn terbatas dan rencana gw untuk keramas gagal total.
Gw jd mikir, apa jdnya keluarga gw klo nggak berhasil dpt bala bantuan air? Ada banyaaaak bgt hal2 yg, istilahnya, taken for granted. Bhs ind nya apa ya? Pokoknya taken for granted itu kan kita menerima segala sesuatu seakan2 dtg dr langit. Air yg tiap hr ngucur di rumah kt kan termasuk hal2 yg dianggap "dr sononya", dan kt nggak nyadar betapa susahnya kt klo nggak ada air atau betapa repotnya klo kt hrs keliling kampung nyari sumber air sendiri. Atau HP, misalnya, suka kt banting2 pdhl kt nggak bakal sanggup utk beli HP itu pake uang sdr.
Alhamdulillah skrg di rumah gw airnya udah nyala lg. Ternyata itu cuma "masuk angin". Emang masuk angin beneran lho! Jd airnya emang udah nggak banyak (tp masih ada), tp yg kesedot sama pompanya cuma angin doang. Stlh dipancing2 akhirnya airnya keluar lg, tp hrs berhemat.
Tp bener lho, stlh TV gw mati, sport jantung gara2 UHB, dan air gw jg mati, dll, gw jd bener2 mikir: DON't TAKE ANYTHING FOR GRANTED krn sekecil apapun itu (kyk sendal jepit yg skrg gw pake) butuh usaha.
Inka S
PS: Doain dong, mungkin skrg airnya mau mati lg nih. Mudah2an nggak bakal mati lagi, AMIN!
Saturday, October 07, 2006
superheroes of the world
Wonder Woman is...
Nyokap gw! Oke, mungkin hrsnya ibu masing2 org, krn tiap org pasti punya pandangan yg beda2 klo mengenai ibu. Tp, krn gw cuma punya 1 ibu, jd yg gw tulis nyokap gw aja ya...
Nyokap gw nggak kerja, tp sibuk jg. Hr Senin ke kantor pajak, Selasa belanja mingguan, Rabu ke bank, Kamis bantuin tante gw, Jumat nemenin nenek gw ke mana. Pokoknya 5 hr dlm seminggu pasti ada aja kegiatannya. Jgn dikira ibu rumah tangga itu nggak ada kerjaan. Pokoknya urusan ngitung2 duit, pengeluaran, pajak, bayar tagihan, dll itu nyokap gw. Yg ngurusin penyewaan rumah gw yg satu lg, jg nyokap. Belanja keperluan makan, nyokap gw. Jemput gw, nyokap gw. Kadang2 nyokap jg suka bantuin nenek gw, klo ada urusan yg aneh2. Macem2 deh pokoknya.
Yg gw bingung, nyokap gw nggak pernah lupa. Klo gw kasih tahu bsok gw mau bangun jam 6 kurang, pasti bsok gw dibangunin jam 6 kurang. Atau gw minta bsok mau bawa makanan, pasti pagi2 udah dibikinin. Klo gw sih, mungkin baru 5 menit udah lupa :)
The Incredibles are...
Guru-guru. Yap, mereka ini jg hrs dimasukin. Skrg gw lg salut bgt nih sama mereka, soalnya jg baru2 ini gw sadar akan "kehebatan" mereka. Oke, memang ada bbrp guru yg kadang2 nyebelin BANGET dan nggak sedikit guru yg kadang2 SEDIKIT nyebelin. Tp itu nggak menghilangkan bertahun2 akan pengabdian mereka. Coba, klo nggak org yg jd guru, dunia ini bakal kyk apa? Krn itulah hrs ada org2 yg niat jd guru, bahkan org2 yg menurut kt nyebelin sekalipun. Dlm bbrp kasus sbnrnya kita yg salah, tp dlm bbrp kasus lain memang gurunya yg salah. Bgmn pun, kan nggak ada org yg sempurna, bahkan superhero sekali pun. Gw cuma mau bilang, jd guru itu nggak gampang apalagi dgn murid2 yg kyk kita :) Pantas lah mereka disebut the incredibles.
Tuesday, September 26, 2006
Aduuuh...
Hr Sabtu kemarin (yap, hr dmn tv gw tiba2 rusak. Ooh, what a faithful day), gw dan keluarga gw ke PIM. Bokap gw ketemu sama temen SMAnya, dan dia nanya sama gw, "Kuliah dmn?" Hehehe, ternyata gw ada tampang anak kuliah jg wlpn gw pendek. Tp bkn itu yg jd isu hr ini. Gw kasitau aja klo gw masih SMA. "Oh masih SMA ya? Mau ngambil kuliah apa?"
Deng-deng-deng-deng [theme song kematian dimulai...]
Mau tahu masalah besarnya apa? Gw nggak tahu mau ngambil apa!!! Itu yg gw bingung sejak gw masuk SMA. Aduuuh, knp dia hrs nanya? Gw jawab aja, "Wah, blom tahu, Om..." Gw nggak suka klo ada org yg nanya kyk begitu, tp gw tahu cepat atau lambat gw HARUS memikirkan ttg itu. Lihat tulisan itu? Bold, italic, merah, serta kapital sekaligus besar. Itu berarti sebaiknya yg terjadi adlh "cepat" dan bukan "lambat".
Klo begini caranya, gw spt anak ayam yg tahu bahwa sebentar lagi dia bakal kehilangan induknya, atau kereta api yg sebentar lg bakal kehabisan rel, atau seseorang yg sebentar lg bakal terjun bebas, atau tepatnya seseorang yg sebentar lg berpindah dr dunia yg serba pasti ke dunia yg segalanya tidak pasti. Inka, kamu hrs cepat tetapkan tujuanmu! Klo nggak, nanti kamu bakal tersesat tanpa indukmu, atau terlempar dr rel dan menabrak rumah2 penduduk, atau mendarat di hutan antah berantah, atau tepatnya kebingungan di tengah2 dunia nyata.
Ya Tuhan, bantulah aku!
Bingung, bingung, bingung,
Inka S
Deng-deng-deng-deng [theme song kematian dimulai...]
Mau tahu masalah besarnya apa? Gw nggak tahu mau ngambil apa!!! Itu yg gw bingung sejak gw masuk SMA. Aduuuh, knp dia hrs nanya? Gw jawab aja, "Wah, blom tahu, Om..." Gw nggak suka klo ada org yg nanya kyk begitu, tp gw tahu cepat atau lambat gw HARUS memikirkan ttg itu. Lihat tulisan itu? Bold, italic, merah, serta kapital sekaligus besar. Itu berarti sebaiknya yg terjadi adlh "cepat" dan bukan "lambat".
Klo begini caranya, gw spt anak ayam yg tahu bahwa sebentar lagi dia bakal kehilangan induknya, atau kereta api yg sebentar lg bakal kehabisan rel, atau seseorang yg sebentar lg bakal terjun bebas, atau tepatnya seseorang yg sebentar lg berpindah dr dunia yg serba pasti ke dunia yg segalanya tidak pasti. Inka, kamu hrs cepat tetapkan tujuanmu! Klo nggak, nanti kamu bakal tersesat tanpa indukmu, atau terlempar dr rel dan menabrak rumah2 penduduk, atau mendarat di hutan antah berantah, atau tepatnya kebingungan di tengah2 dunia nyata.
Ya Tuhan, bantulah aku!
Bingung, bingung, bingung,
Inka S
no tv days
Nggak usah baca kisah nyata yang panjangnya sekian halaman ini, cukup membaca Moral dr kisah ini:
Hilangnya TV dr hari2mu tidak akan menyebabkan kamu kehilangan nyawamu. Kamu cuma dituntut utk mengubah kebiasaan dr cuma duduk2 di sofa sambil menghadap TV, sehingga kamu bisa lbh kreatif dan efektif dlm menghabiskan wkt. Buku dan musik adalah teman kamu yg bisa membantu membangunkan otakmu.
________________________________________________________
Pertama2 gw pengen bilang, selamat menunaikan ibadah puasa! Maaf bgt nih telat, soalnya kemaren2 gw nggak sempet megang komputer. Tp nggak ada kata terlambat kan? Hehehe
Pokoknya skrg gw pengen nulis ttg kejadian bbrp hr yg lalu, dan ini dia:
D minus 1 - 230906
Hari Sabtu, sehari sblm puasa. Krn itu, bokap gw ngajak makan siang "terakhir". Hr itu jalanan maceeet bgt, apalagi di dpn PIM. Wah, pasti org2 jg pd mau makan siang "terakhir" nih. Gw jd mikir sedikit, apa dtgnya ramadhan hrs "disambut" dgn cara spt itu? Knp nggak dgn cara baca Quran atau bgmn gt, dan bknnya dgn berhura2 dan memuaskan nafsu mkn? Klo begini caranya kan sedikit berkesan ada rasa nggak rela melepas bulan2 "penuh kebebasan" sementara kt seharusnya menyambut bln puasa dgn tangan terbuka. Tp akhirnya gw pikir, ah nggak salah juga kok, asalkan bsok kita semua puasa. Lagian gw jg nggak nolak, apalagi Sabtu kemaren gw makan enak bgt di Duck King PIM 2.
Trus, pulangnya dari sana, gw menemukan sesuatu yg luar biasa. TV gw rusak!! Oke, bkn TVnya tp Kabelvision-nya. Jd TV yg di ruang keluarga dan di kamar nyokap gw dua2nya hujan dan berbintik. Nggak ada gambarnya sama sekali. Krn itu kt telp Kabelvision dan ktnya bsok bakal dtg.
DAY 1
Kabelvision, oh Kabelvision. Hr ini kt telp lg bwt nanya jam brp dtgnya, dan mas2 yg di telepon dgn tenang bilang, "Oh, menurut jadwal di sini, baru hr Selasa rumah Ibu di cek, bkn hr ini. Soalnya jadwalnya sudah penuh." Selasa! Selasa dia bilang, pdhl skrg baru hr Minggu! Krn itulah hr Sabtu gw tulis "D minus 1" pdhl dr Sabtu TVnya udah mati, soalnya no tv-nya nggak full day.
Kabelvision, ada apa dgnmu? Wkt dulu pernah bbrp kali rusak jg, tp biasanya didiemin sebentar jg nyala lg. Tp nggak pernah sampe berhari2 kyk begini. Tp lama-kelamaan gw mikir, ah ternyata nggak buruk2 amat kok. Ya, gw emang sedikit bengong dan nggak ada kerjaan, khususnya pas jam sahur. Tp gw kan masih punya buku yg gw pinjem dr tante gw, jd gw ngabisin itu dulu. Atau gw jg bisa bikin rangkuman bio.
Okay, it's not the worst thing ever happened to me, but it did come in the worst possible time. Di awal bln puasa, jd gw nggak bisa makan utk menghabiskan wkt. Apalagi dgn adanya efek psikologis yg membuat kt merasa waktu jalannya lama bgt, soalnya kt nungguin sesuatu (maghrib). Kyk klo kt lagi nungguin org yg blom dtg2, satu menit rasanya udah kyk 5 menit. Lain klo kt cuma go with the flow, rasanya waktu kok cepet bgt.
Dan hr ini adlh hr Minggu, saat gw pengen nonton tayang ulang terakhir America's Next Top Model (yap, gw suka nonton ini gara2 liburan semester dulu) di episode pas my-favourite-Kim dieliminasi. Tp nggak apa2 deh, soalnya wkt itu gw udah nonton blkgnya, wlpn depannya blom. Yg terpenting, hr Minggu ada Battlestar Galactica, dan itu nggak ada tayang ulangnya! Jadilah gw ketinggalan 2 episode dan kemungkinan besar minggu dpn udah nggak ada lg. Mungkinkah itu episode terakhir di season ini? Atau malah benar2 episode penutup? Hiks 3x
Day 2
...is kumon day, once again. Hrsnya gw nggak perlu masuk hr ini, tp berhubung gw masih libur dan tv gw rusak... Drpd di rumah cuma bengong nggak ada kerjaan ya nggak? Yg penting ada kerjaan bwt menghabiskan wkt sampe maghrib. Wlpn kerjaannya nggak begitu byk, soalnya murid yg dtg cuma sedikit. Mungkin krn sekolah2 libur jdnya pada males... Mungkin yg agak nyebelin cuma tangganya soalnya hrs naik sampe lantai 3, tp lumayan kok bisa dpt ayam bakar gratis, hehehe. Gw nggak minjem buku lg, soalnya gw mau bljr bwt ulangan blok, tp gw malah disuruh bwt semacam tabel sama tante gw. Insya Allah, ya tante...
Day 3
Orang Kabelvision blom dtg nih sampe dtk ini (kurang lebih 10:28 pagi) gw nulis blog ini. Ktnya sih mau dtg antara jam 9 sampai 12an. Doain ya dia cepet dateng...
Moral dr kisah ini: Hilangnya TV dr hari2mu tidak akan menyebabkan kamu kehilangan nyawamu. Kamu cuma dituntut utk mengubah kebiasaan dr cuma duduk2 di sofa sambil menghadap TV, sehingga kamu bisa lbh kreatif dan efektif dlm menghabiskan wkt. Buku dan musik adalah teman kamu yg bisa membantu membangunkan otakmu.
Dr org yg sedang mencari kegiatan,
Inka S
Hilangnya TV dr hari2mu tidak akan menyebabkan kamu kehilangan nyawamu. Kamu cuma dituntut utk mengubah kebiasaan dr cuma duduk2 di sofa sambil menghadap TV, sehingga kamu bisa lbh kreatif dan efektif dlm menghabiskan wkt. Buku dan musik adalah teman kamu yg bisa membantu membangunkan otakmu.
________________________________________________________
Pertama2 gw pengen bilang, selamat menunaikan ibadah puasa! Maaf bgt nih telat, soalnya kemaren2 gw nggak sempet megang komputer. Tp nggak ada kata terlambat kan? Hehehe
Pokoknya skrg gw pengen nulis ttg kejadian bbrp hr yg lalu, dan ini dia:
D minus 1 - 230906
Hari Sabtu, sehari sblm puasa. Krn itu, bokap gw ngajak makan siang "terakhir". Hr itu jalanan maceeet bgt, apalagi di dpn PIM. Wah, pasti org2 jg pd mau makan siang "terakhir" nih. Gw jd mikir sedikit, apa dtgnya ramadhan hrs "disambut" dgn cara spt itu? Knp nggak dgn cara baca Quran atau bgmn gt, dan bknnya dgn berhura2 dan memuaskan nafsu mkn? Klo begini caranya kan sedikit berkesan ada rasa nggak rela melepas bulan2 "penuh kebebasan" sementara kt seharusnya menyambut bln puasa dgn tangan terbuka. Tp akhirnya gw pikir, ah nggak salah juga kok, asalkan bsok kita semua puasa. Lagian gw jg nggak nolak, apalagi Sabtu kemaren gw makan enak bgt di Duck King PIM 2.
Trus, pulangnya dari sana, gw menemukan sesuatu yg luar biasa. TV gw rusak!! Oke, bkn TVnya tp Kabelvision-nya. Jd TV yg di ruang keluarga dan di kamar nyokap gw dua2nya hujan dan berbintik. Nggak ada gambarnya sama sekali. Krn itu kt telp Kabelvision dan ktnya bsok bakal dtg.
DAY 1
Kabelvision, oh Kabelvision. Hr ini kt telp lg bwt nanya jam brp dtgnya, dan mas2 yg di telepon dgn tenang bilang, "Oh, menurut jadwal di sini, baru hr Selasa rumah Ibu di cek, bkn hr ini. Soalnya jadwalnya sudah penuh." Selasa! Selasa dia bilang, pdhl skrg baru hr Minggu! Krn itulah hr Sabtu gw tulis "D minus 1" pdhl dr Sabtu TVnya udah mati, soalnya no tv-nya nggak full day.
Kabelvision, ada apa dgnmu? Wkt dulu pernah bbrp kali rusak jg, tp biasanya didiemin sebentar jg nyala lg. Tp nggak pernah sampe berhari2 kyk begini. Tp lama-kelamaan gw mikir, ah ternyata nggak buruk2 amat kok. Ya, gw emang sedikit bengong dan nggak ada kerjaan, khususnya pas jam sahur. Tp gw kan masih punya buku yg gw pinjem dr tante gw, jd gw ngabisin itu dulu. Atau gw jg bisa bikin rangkuman bio.
Okay, it's not the worst thing ever happened to me, but it did come in the worst possible time. Di awal bln puasa, jd gw nggak bisa makan utk menghabiskan wkt. Apalagi dgn adanya efek psikologis yg membuat kt merasa waktu jalannya lama bgt, soalnya kt nungguin sesuatu (maghrib). Kyk klo kt lagi nungguin org yg blom dtg2, satu menit rasanya udah kyk 5 menit. Lain klo kt cuma go with the flow, rasanya waktu kok cepet bgt.
Dan hr ini adlh hr Minggu, saat gw pengen nonton tayang ulang terakhir America's Next Top Model (yap, gw suka nonton ini gara2 liburan semester dulu) di episode pas my-favourite-Kim dieliminasi. Tp nggak apa2 deh, soalnya wkt itu gw udah nonton blkgnya, wlpn depannya blom. Yg terpenting, hr Minggu ada Battlestar Galactica, dan itu nggak ada tayang ulangnya! Jadilah gw ketinggalan 2 episode dan kemungkinan besar minggu dpn udah nggak ada lg. Mungkinkah itu episode terakhir di season ini? Atau malah benar2 episode penutup? Hiks 3x
Day 2
...is kumon day, once again. Hrsnya gw nggak perlu masuk hr ini, tp berhubung gw masih libur dan tv gw rusak... Drpd di rumah cuma bengong nggak ada kerjaan ya nggak? Yg penting ada kerjaan bwt menghabiskan wkt sampe maghrib. Wlpn kerjaannya nggak begitu byk, soalnya murid yg dtg cuma sedikit. Mungkin krn sekolah2 libur jdnya pada males... Mungkin yg agak nyebelin cuma tangganya soalnya hrs naik sampe lantai 3, tp lumayan kok bisa dpt ayam bakar gratis, hehehe. Gw nggak minjem buku lg, soalnya gw mau bljr bwt ulangan blok, tp gw malah disuruh bwt semacam tabel sama tante gw. Insya Allah, ya tante...
Day 3
Orang Kabelvision blom dtg nih sampe dtk ini (kurang lebih 10:28 pagi) gw nulis blog ini. Ktnya sih mau dtg antara jam 9 sampai 12an. Doain ya dia cepet dateng...
Moral dr kisah ini: Hilangnya TV dr hari2mu tidak akan menyebabkan kamu kehilangan nyawamu. Kamu cuma dituntut utk mengubah kebiasaan dr cuma duduk2 di sofa sambil menghadap TV, sehingga kamu bisa lbh kreatif dan efektif dlm menghabiskan wkt. Buku dan musik adalah teman kamu yg bisa membantu membangunkan otakmu.
Dr org yg sedang mencari kegiatan,
Inka S
Subscribe to:
Posts (Atom)